Sosok Misterius di Socmed

Assalamu’alaikum. Saya X, usia 40 tahun, tinggal di kota C. Saya menikah sejak masih usia 25 tahun. Selama ini, hubungan saya dengan suami baik-baik saja. Anak kami 3 orang, dan tumbuh secara normal. Pada suatu hari, saya diajari anak saya yang remaja media sosial, dan ternyata saya malah kecanduan. Ketika sedang on line, saya bertemu dengan seseorang yang namanya misterius, yang meng-add saya. Karena saya jarang menolak pertemanan, akhirnya saya terima saja pertemanan itu. Tak tahunya, setiap saya menulis status, dia selalu berkomentar. Itu membuat saya penasaran dan ingin tahu siapa dia. Saya pun mencoba chatting dengannya.

Setelah sekian lama berteman di dunia maya, saya terkejut, karena dia ternyata mantan saya saat masih SMA. Terus terang, saya merasa sangat surprais, dan awal-awalnya merasa ‘deg-degan’ juga. Namun, akhirnya saya menyadari, bahwa saya punya suami, dan dia pun sudah beristri. Saya pun memilih menjaga jarak dengannya. Akan tetapi, entah mengapa, saya malah justru semakin merasa rindu kepadanya. Saya sulit sekali untuk tidak terlihat obrolan-obrolan seru dengannya. Apalagi, dia juga sepertinya merasakan hal yang sama dengan saya. Astaghfirullah, apa yang harus saya lakukan?

O, ya … suami saya tidak tahu dengan hal ini. Mohon bantuannya.

Salam

X di C

Jawaban

Wa’alaikumussalam. Ibu C yang baik, terimakasih sudah mempercayai kami untuk mencoba memberikan solusi atas permasalahan yang tengah Ibu hadapi.

Fenomena ‘kecanduan’ socmed memang sudah lama menjadi bahan diskusi berbagai kalangan, Bu. Jadi, memang banyak yang mengalami hal semacam itu. Social media yang awalnya digunakan untuk upaya silaturahim lewat dunia maya, banyak yang akhirnya disalahgunakan. Tak hanya ‘cinta lama bersemi kembali’ di antara dua pasangan yang telah lama terpisah, tetapi juga penipuan dan kriminalitas lainnya. Beberapa studi menunjukkan, angka perceraian yang disebabkan karena socmed ternyata naik.

Untuk itu, ada baiknya kita memiliki ketegasan prinsip, Bu. Ibu sudah menyadari, ada bibit-bibit penyakit sangat berbahaya yang dapat mengancam keutuhan rumah tangga. Ibu sudah berusia 40 tahun, sudah sangat dewasa dan matang, dan anak-anak Ibu juga sudah menginjak usia remaja. Mereka tentu sangat membutuhkan keluarga utuh yang mem-back-up proses tumbuh kembang mereka. Mumpung belum terlanjur, ayo segera bertindak. Tak ada salahnya jika untuk sementara ibu tidak lagi aktif di socmed, sampai Ibu merasa pertahanan diri ibu telah membaik. Atau, jika socmed itu digunakan untuk kepentingan lain seperti bisnis, Ibu bisa meremove ‘teman lama’ Anda itu dari daftar pertemanan.

Dekatkan diri kepada Allah, netralisasikan perasaan Anda dengan banyak berzikir. Juga, pererat lagi hubungan Anda dengan suami, karena, perasaan yang muncul di hati Anda kepada ‘si teman lama’ itu, bisa jadi berawal dari kejenuhan Anda terhadap rutinitas yang ‘itu-itu saja’ dengan suami.

Semoga solusi singkat ini, bisa memberikan titik terang bagi permasalahan Anda. Kuncinya, sekali lagi, bersikaplah TEGAS. Jangan turuti keinginan Anda, selama keinginan itu justru berpotensi membawa kita ke jurang kehancuran.

Salam

KETERANGAN

Rubrik ini dikelola oleh Tim Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kota Surakarta yang terdiri dari berbagai pakar di bidang perempuan, anak dan keluarga. Jika Anda memiliki problem, silakan sharingkan dengan kami. Identitas Anda akan kami samarkan.

Kirim pertanyaan Anda ke perempuansejahtera@gmail.com dengan subjek Konsultasi Keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *