Membaca Ledakan Bom di Turki

Malam, 17 Februari 2016, sebuah mobil meledak di Ankara, pusat Ibukota Turki. Sekitar 28 orang meninggal dan 61 orang luka-luka karena insiden tersebut. Kita tentu sangat berduka dengan musibah tersebut, dan mengutuk keras pelakunya. Pasca ledakan, berbagai analisis menyeruak. Salah satunya adalah sebuah pertanyaan besar yang segera muncul, mengapa bom meledak di dekat bus yang membawa karyawan lembaga-lembaga militer? Lebih  jauh lagi, mengapa lokasinya tak jauh dari pusat komando Militer, Parlemen dan kantor-kantor Kementerian?

Bom Turki 17 feb

Sumber foto: www.theguardian.com

Tak kalah menariknya, pada malam yang sama juga meledak bom yang dilempar ke Pusat Kebudayaan Turki di Stockholm, Swedia. Ini adalah serangkaian ledakan yang belakangan ini marak di Turki. Adapun yang di Ankara terakhir ini, meledak saat Turki sudah memutuskan untuk melakukan serangan darat ke Suriah dan telah mengumumkan untuk mengakhiri serangan kepada kekuatan PKK (Kurdi).

Entah siapa pastinya yang melakukan peledakan itu; pastinya itu adalah tindakan terorisme. Namun, setidaknya Pemerintah, Militer dan Masyarakat Turki bisa membacanya. Bagi Pemerintah Turki, bisa membacanya agar pemerintahannya lebih sibuk dengan urusan dalam negeri dan tak mencampuri urusan internasional bersama Amerika dan Rusia.

Bagi Militer Turki, bisa membacanya agar Militer tahu bahwa teroris masih bersemayam di Turki bahkan bisa mengakses pusat-pusat komandonya. Bagi masyarakat Turki, bisa membacanya agar mereka mulai berpikir ulang ke mana pemimpinnya akan membawa negerinya.

Siapapun yang mengirimnya, mereka ingin tiga elemen pengukuh negara dapat dipisah-pisahkan. Bila tiga elemen pilar penting negara ini tidak solid, maka negara tergoncang. Untuk apa mereka goncang Turki? [US].

Disarikan dari tulisan Muhammad Irfan Abdul Aziz dengan seizin penulis.

Sumber tulisan: http://irfanazizi.blogspot.co.id/2016/02/membaca-ledakan-di-turki.html?m=0

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *