BPKK Kota Solo Gelar Kelas Blogger Perdana

20160320_112825Kesan serius namun penuh antusiasme terpancar jelas pada wajah 18 perempuan yang memenuhi ruang sidang DPD PKS Kota Solo hari itu, Ahad 20 Maret 2016. Mereka adalah ibu-ibu usia kisaran 30 hingga 40-an. Beberapa di antara mereka bahkan menggendong bayi. Mereka duduk mengelilingi meja-meja yang disusun memanjang, dengan laptop menyala di depan mereka. Sebagian tampak masih kikuk, sebagian sudah terbiasa dengan gadget tersebut.

Sejak jam 08.00 hingga jam 13.30, para ibu telah memenuhi tempat tersebut guna mengikuti Kelas Blogger Dasar Angkatan Pertama yang diselenggarakan oleh Biro Kajian Perempuan, Anak dan Keluarga (BKPAK), Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Solo. Dalam sambutan yang sekaligus membuka acara tersebut, Ketua BPKK Kota Solo, Ori Nako SP, M.Pd menyebutkan bahwa peran blogger dalam penyebaran pemikiran atau nashrul fikroh sangatlah penting. Di era digital, kemampuan menguasai teknologi informasi, salah satunya ngeblog, sangat dibutuhkan. Untuk itulah BPKK Kota Solo menggelar acara tersebut, agar para Muslimah pun lihai berdakwah di area cyber.

Acara berlangsung dengan santai, namun serius. Materi Pertama, Teknik Blogging disampaikan oleh Debi Rastyarini, seorang praktisi Teknologi Informasi dari Solo. Dalam kesempatan tersebut, Debi mementori peserta untuk praktik membuat blog dengan platform blogspot, melakukan posting, mengedit hingga bagaimana mencari keyword dengan menggunakan berbagai tools di Google seperti Google Trends, Google Keyword Planner, Google Adword dan sebagainya.

Tak kalah menarik, di materi kedua, Penulis sekaligus Blogger Afifah Afra memotivasi peserta untuk serius menulis dan mengelola blog. “Menulis blog itu asyik. Jangan pikirkan tulisan yang berat penuh referensi seperti opini di surat kabar atau artikel di jurnal ilmiah. Blog itu semacam ‘open diary’, jadi sifatnya personal, humanis dan tak masalah jika menulis secara ‘gaul’. Saat ini menulis blog telah menjadi sebuah aktivitas yang tak hanya penting untuk penyebaran pemikiran, tetapi juga bisa dimonetize,” ujar Afifah. Untuk itu, menurutnya, hendaknya setiap Blogger bisa menemukan niche atau spesifikasi dari konten blognya. Blog yang niche-nya jelas, relatif lebih disukai dibanding yang gado-gado. Namun blog gado-gado masih lebih baik daripada blog yang tak dikelola sehingga dipenuhi “sarang laba-laba.”

Dalam acara tersebut juga dilaunching hashtag #BloggerMuslimahSolo yang menjadi penanda awal munculnya komunitas tersebut. Komunitas Blogger Muslimah Solo selanjutnya akan terus berdiskusi, sharing dan menimba ilmu kepenulisan serta blogging melalui grup di Facebook. Menurut panitia, tak tertutup kemungkinan Komunitas Blogger Muslimah Solo akan melakukan rekrutmen untuk menjaring anggota-anggota baru. Namun saat ini, panitia akan mencoba mengoptimalkan anggota yang telah ada terlebih dahulu. [YMA]

You may also like...

4 Responses

  1. debirasty says:

    sharing di depan ummahat, pematerinya calon ummahat. wanna be ummahat tangguh, insyaaAllah aamiin :)

  2. Kalau ada lagi, Mimin boleh ikut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *