Jadikan Harimu Berseri Karena Al Quran! #1

Oleh Asri Istiqomah

Hari itu Ummu sulaim berduka. Anak yang begitu dia cintai akhirnya meninggal dunia setelah sebelumnya sakit keras. Di sisi lain sang suami, Abu Thalhah, baru dalam perjalanan pulang. Di tengah duka yang begitu menghimpit, Ummu Sulaim berpikir bagaimana caranya dia menyampaikan berita kematian anaknya itu pada sang suami nanti.

Akhirnya Ummu Sulaim mempunyai ide. Dia segera bersiap-siap menyambut kedatangan Abu Thalhah dengan dandanan tercantik dan makanan terenak. Begitu sang suami datang, Ummu Sulaim menyambutnya dengan penuh cinta dan melayaninya dengan baik.

Setelah sang suami hilang rasa lelahnya dan telah senang pula hatinya, barulah Ummu Sulaim menyampaikan perihal kematian sang anak dengan sebuah perumpamaan yang indah. Simaklah percakapan keduanya!

“Wahai, Suamiku. Bagaimana pendapatmu apabila ada seorang tuan menitipkan sesuatu barang kepada kita, kemudian dia ingin mengambil kembali titipan itu?”

“Tentu saja kita harus mengembalikannya,” jawab Abu Thalhah.

“Ketahuilan, Wahai Suamiku! Allah telah menitipkan anak kepada kita, dan Dia sudah mengambilnya kembali. Ikhlaskanlah anak kita,” terang Ummu Sulaim.

“Mengapa baru sekarang kau mengatakannya?” tanya Abu Thalhah sambil menahan amarah.

Abu Thalhah kemudian bergegas menemui Rasulullah saw. untuk mengadukan perihal istrinya itu. Tapi tahukah Sahabat, apa kata Rasulullah? Beliau justru memuji perbuatan Ummu Sulaim dan beliau juga mendoakan agar hubungan percintaan mereka di malam itu diberkahi Allah. Dan Allah pun mengabulkan doa mulia itu. Ummu Sulaim pun hamil dan kemudian melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Abdullah. Kelak dari Abdullah akan terlahir sembilan anak laki-laki yang kesemuanya Ahlul Qur’an. Masya Allah!

Sahabat Muslimah. Mungkin kita berpikir, apa sebenarnya rahasia yang dimiliki Ummu Sulaim sehingga dia bisa menjadi muslimah yang begitu tegar menghadapi kematian anaknya. Tak hanya itu, dia bahkan mampu menjadi “guru spiritual” sekaligus penghibur bagi sang suami.

Kita semua tahu, dalam shirah disebutkan bahwa Ummu Sulaim lebih dahulu mengenal Islam dan Al Qur’an dibanding Abu Thalhah. Dia pula yang menjadi perantara hidayah Islam bagi Abu Thalhah melalui pernikahan yang sangat mulia. Iya, sangat mulia. Sebab mahar yang diminta Ummu Sulaim adalah keislaman Abu Thalhah. Bukan emas permata, bukan harta benda, bukan pula kendaraan mewah. Padahal bisa saja Ummu Sulaim selain meminta mahar keislaman juga meminta mahar harta benda lainnya. Sebab itu pun halal. Tapi bagi Ummu Sulaim, keislaman adalah harta termahal yang tidak ada bandingannya.

Sikap Ummu Sulaim yang tegar dalam menghadapi cobaan dan tangguh dalam menyokong keislaman dan keimanan sang suami, adalah sikap yang lahir dari jiwa yang bening dan bercahaya karena Al Qur’an. Jiwa-jiwa yang telah tersemai Al Qur’an akan menjadi jiwa-jiwa tangguh, tak goyah oleh godaan dan cobaan dunia.

Sahabat Muslimah…

Telah begitu gamblang disebutkan di dalam Al Qur’an tentang keutamaan menyemai Al Qur’an dalam diri dan keluarga kita. Telah banyak pula hadits yang menerangkan keutamaan belajar Al Qur’an. Seperti salah satu hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya. Sebuah hadits dari Hajjaj bin Minhal dari Syu’bah dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami dari Utsman bin Affan ra, bahwa Rasulullah saw bersabda;

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.”

Dan tugas menyemai atau mengajarkan Al Qur’an ini bukan tugas kaum laki-laki saja, melainkan kaum perempuan pun dituntut perannya dalam misi mulia ini. Begitu pun dalam keluarga. Untuk membentuk keluarga Qur’ani, tak hanya sang suami atau ayah saja yang berperan, sang istri atau ibu pun mempunyai porsi peran yang tak kalah besar. Bahkan terkadang justru istri atau ibu menjadi pemeran utama dalam mengajarkan dan menyemai Al Qur’an di dalam keluarga.

Bukankah kisah Ummu Sulaim di atas adalah salah satu gambaran nyata tentang hal itu. Oleh sebab itulah istri atau ibu sering disebut sebagai al umm al madarasatul uula, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak dan keluarganya.

BERSAMBUNG ke Jadikan Harimu Berseri Karena Al-Quran #2

You may also like...

1 Response

  1. April 1, 2016

    […] Baca Terlebih Dahulu: Jadikan Harimu Berseri Karena Al-Quran#1 […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *