Jadikan Harimu Berseri Karena Al-Quran #2

Oleh Astri Istiqomah

Baca Terlebih Dahulu: Jadikan Harimu Berseri Karena Al-Quran#1

Ada kisah menarik lagi tentang seorang muslimah yang berhasil mendidik sepuluh anaknya menjadi para penghafal Al Qur’an. Mungkin banyak di antara kita sudah pernah mengetahui kisah ini, sebab memang kisah ini begitu populer dan sering dijadikan contoh dalam seminar parenting atau kajian-kajian Islam. Ya, dialah Ustadzah Wirianingsih, atau biasa dipanggil Ustadzah Wiwi.

Ustadzah Wiwi dan Ustadz Mutammimul Ula adalah pasangan aktivis dakwah yang mendermakan hidupnya untuk berdakwah. Aktivitas dakwahnya super padat, namun masya Allah, anak-anak mereka sukses menjadi penghafal Al Qur’an. Apa rahasianya?

Penulis pernah berkunjung ke kediaman Ustadzah Wiwi yang dulu, yaitu di kawasan Kalibata, Jakarta. Pemandangan yang menggugah tampak saat sehabis maghrib tidak ada suara TV yang menyala, justru yang terdengar adalah dengungan suara anak-anak mengaji dan muroja’ah Al Qur’an didampingi ayah dan ibunya. Bahkan para asisten rumah tangga di keluarga itu tak ketinggalan pula mengaji bersama. Masya Allah. Indah sekali dan sangat menyejukkan.

Masih ada lagi kisah tentang keluarga penyemai Al Qur’an yang bisa kita teladani. Masih ingat Hilya Juara Hafidz Indonesia sesi 1 dan Musa Juara Hafidz Indonesia sesi 2? Bagaimana pendapat Sahabat Muslimah tentang anak-anak mungil penghafal Al Qur’an ini? Masya Allah, keren sekali ya!

Siapa yang punya andil terhadap prestasi mereka? Tak lain dan tak bukan adalah sang ibunda. Ibunda dari Hilya rela keluar dari pekerjaan sebagai perawat untuk bisa mengajar dan membimbing Hilya dalam membaca dan menghafal Al Qur’an. Begitu pun dengan Musa. Ibunda Musa yang setiap hari memantau hafalan anak-anaknya.

Lalu bagaimana agar kita bisa menyemai Al Qur’an dalam keluarga kita. Tentu hal itu harus dimulai dari diri kita terlebih dahulu. Kita mulai dari memperbaiki bacaan Al Qur’an kita. Jangan merasa cukup dengan bekal bacaaan hasil belajar TPA kita dulu. Alhamdulillah sekarang banyak lembaga Al Qur’an untuk belajar tahsin atau memperbaiki bacaan Al Qur’an kita.

Setelah bacaan kita bagus, mulailah untuk memperbanyak kuantitas tilawah Al Qur’an kira. Yang belum konsisten baca Qur’an setiap hari, mulailah untuk konsisten. Berapa banyaknya? Sesuaikan dengan kemampuan kita. Selembar, dua lembar, hingga kalau memungkinkan minimal satu juz satu hari. Agar lebih bersemangat tilawah, boleh saja ikut komunitas yang bisa membuat kita semangat semacam ODOJ (One Day One Juz). Atau jika ingin lebih intensif, akan lebih baik jika nyantri di ma’had Al Qur’an yang kini banyak tersebar di seluruh penjuru nusantara.

Setelah kita belajar banyak tentang Al Qur’an, yang harus dilakukan selanjutnya adalah komitmen untuk mengamalkan ajaran di dalamnya. Dan hal itu tentu lebih berat, sebab hal tersebut memerlukan kesungguhan yang lebih kuat lagi. Mengapa harus diamalkan? Sebab Islam adalah agama amal, bukan sekadar teori dan hafalan. Jangan sampai lulusan pesantren justru menjadi penjahat. Atau hafidz dan hafidzah Al Qur’an justru ramai yang pacaran. Naudzubillahi min dzalik.

Akhirnya semua bermula dari diri kita sendiri. Mari kita semaikan Al Qur’an dalam hati dan pikiran kita. Jadikan ia bunga yang merekah indah di dalam setiap amal perbuatan kita. Lalu petiklah buah keridhoan dan keberkahan dari Allah Ta’ala. Niscaya, kitalah manusia yang paling berbahagia.

Wallahu’alam bishshowab

Catatan: Pernah dimuat di Majalah ElHufaz

 

Sumber:

  • Kisah Ummu Sulaim dan Abu Thalhah tersebut disarikan dari sebuah hadits Nabi saw yang diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani dari Anas bin Malik ra.
  • Keutamaan belajar Al Qur’an. www.mutiaraalhikmah.wordpress.com

You may also like...

1 Response

  1. April 1, 2016

    […] BERSAMBUNG ke Jadikan Harimu Berseri Karena Al-Quran #2 […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *