Mari Mengenal Para Perawi Hadis #1

Makkah Old

Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khattab r.a. berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ”Semua amal perbuatan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya.dan barangsiapa berhijrah untuk dunia yg ia cari atau wanita yang ia nilahi maka hijrahnya untuk apa yang dia tuju” (diriwatkan oleh Bukhari-Muslim).
Hadis tersebut sangat masyhur. Perawi hadis itu adalah seorang sahabat Rasulullah, yaitu Abu Hafshah atau Umar bin Khattab r.a. Dalam artikel ini, akan dibahas biografi singkat Umar bin Khattab dan beberapa perawi hadis lain dari kalangan sahabat Rasulullah.

Umar bin Khattab Al-Quraiysi Al-’Adawi/Abu Hafsh 
Umar bin Khattab merupakan Khulafaur Rasyidin kedua menggantikan Abu Bakar as-Shiddiq dan mendapat gelar Amirul mukminin. Umar bin Khattab sering menjadi duta orang Quraisy pada masa jahiliah. Awal-awal masa kenabian Rasulullah saw, Umar bin Khattab bersikap kejam kepada kaum muslimin. Akan tetapi, setelah masuk Islam, keislamannya menjadi kemenangan kaum muslimin. Bahkan, Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata, ”Kita tidak bisa salat di Ka’bah hingga Umar masuk Islam.”

Pada waktu hijrah ke Madinah, Umar bin Khattab berhijrah secara terang terangan. Ia berperang bersama Rasulullah dalam seluruh peperangan. Umar bin Khattab di-baiat sebagai Khalifah setelah meninggalnya Abu Bakar Ash-Siddiq pada tahun 13 H. Pada masa kekhalifahannya, Syam, Irak, Al Quds, Madain, Mesir, dan seluruh Jazirah Arab berhasil ditaklukkan. Ada yang menyebutkan bahwa pada masa pemerintahan Umar ini berdiri seribu mimbar baru. Umar bin Khattab meninggal sebagai syuhada pada tahun 23 H, tiga hari setelah pinggangnya ditusuk oleh Abu Lu’luah, seorang majusi, ketika Umar sedang salat subuh.

Anas bin Malik 

Anas bin Malik Al-Anshari Al-Khazraji adalah pelayan Rasulullah saw. Ia melayani Rasulullah sejak Anas masih berusia 10 th dan terus menyertai beliau selama 10 tahun. Rasulullah memberi julukan kepada Anas dengan “Abu Hamzah”. Ibunda Anas bin Malik ini adalah Ummu Sulaim r.a.

Suatu ketika Rasulullah saw mendoakan Anas, “ Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya. Panjangkan usianya dan berkahilah serta masukkan ke dalam surga”. Berkat doa tersebut, Anas bin Malik menjadi orang yang paling banyak anak dan hartanya. Dia wafat dengan meninggalkan 120 anak. Dan meninggal di Busran pada usia lebih dari 100 tahun. Riwayat hadisnya yang dimuat dalam kitab-kitab hadis sebanyak 2286 hadis.

Aisyah binti Abu Bakar Ash Siddiq 
Rasulullah menjuluki Aisyah dengan nama “Ummu Abdillah”.  Aisyah menikah dengan Rasulullah di Mekah ketika ia berusia 6 tahun dan berkumpul dengan Rasulullah di Madinah pada usia 9 tahun. Aisyah merupakan seorang wanita yang ilmunya sangat luas dan paling memahami masalah fikih. Hadis yg diriwayatkannya sebanyak 1210 hadis. Aisyah meninggal dunia pada tahun 57 H. Orang yang mengimami salat jenazah untuknya adalah Abu Hurairah r.a., yang saat itu sebagai gubernur Madinah di bawah pemerintahan Marwan bin Hakam.

Abdurrahman bin Sakhr Ad-Dusi/Abu Hurairah
Abu Hurairah atau “bapak kucing” adalah julukan untuk Abdurrahman bin Sakhr Ad-Dusi. Dijuluki demikian karena ia pecinta dan pemelihara banyak kucing. Dia adalah sosok yang dicintai banyak orang.
Abu Hurairah masuk Islam pada tahun terjadinya perang Khaibar dan ia pun ikut serta dalam perang itu.setelah itu,Abu Hurairah selalu menyertai Rasulullah dalam setiap peperangan. Abu Hurairah sangat mudah untuk menghafal. Hal itu karena Rasulullah saw pernah berdoa untuknya. Nabi pun memberi kesaksian atas semangatnya dalam mencari ilmu dan hadis. Abu Hurairah meninggal di Madinah pada 57 H. Hadis yang diriwayatkan sebanyak 5374 hadis.

Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Hubaib Al Hudzaili
Perawi Hadis ini termasuk orang yang pertama masuk Islam. Diriwayatlan bahwa Abdullah bin Mas’ud ini merupakan orang keenam yang masuk Islam. Abdullah bin Mas’ud adalah orang yang pertama kali terang-terangan membaca AlQuran di Mekah. Pada waktu kaum muslimin dari suku Quraisy hijrah yang pertama ke Habasyah (Ethiopia) ia salah satu yang berhijrah kesana, dan ikut pula hijrah yang kedua, yaitu ke Madinah.
Abdullah bin Mas’ud turut serta dalam perang Badar, Baiat Ridhwan, dan semua peperangan yg dilakukan Rasulullah. Dia pun ikut dalam perang  Yarmuk, yang terjadi setelah Rasulullah saw wafat.

Rasulullah sangat mencintai dan memuliakan Abdullah bin Mas’ud, karena ia merupakan pelayan yang amanah, penjaga rahasianya, teman ketika mukim dan bepergian. Dia diperbolehkan menemui Rasulullah setiap saat dan berjalan bersamanya. Abdullah bin Mas’ud membawakan siwak, sandal, dan air untuk bersucinya Rasulullah.
Abdullah bin Mas’ud seorang ulama besar dan penghafal AlQuran. Rasulullah menyifatinya, “kamu adalah seorang anak yang berilmu”.

Pada suatu hari, Umar bin Khattab melihat Abdullah bin Mas’ud lalu berkata, “dia adalah bejana yang dipenuhi ilmu.” Setelah Rasulullah wafat, dia menjadi penanggung jawab Baitul Mal di Kufah, kemudian pada masa kekhalifahan Usman bin Affan, Abdullah bin Mas’ud pindah ke Madinah, sampai ia meninggal disana pada tahun 30 H. Hadis yg diriwayatkannya sebanyak 848 hadis.

Ditulis oleh Ummi Entin
Diolah dari Al-Wafi, sejarah kitab Arbain an Nawawiyah.

Editor: Yeni Mulati Ahmad

You may also like...

1 Response

  1. May 12, 2016

    […] Mari Mengenal Para Perawi Hadis #1 […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *