Shalat Istikharah dan Manajemen Pengembangan Diri

sumber gambar :http://www.masuk-islam.com/

sumber gambar :http://www.masuk-islam.com/

Seseorang diciptakan dalam keadaan lemah. Ketika lahir ia tidak mengetahui apapun. Allah kemudian menurunkan pengetahuan, memberikan ilmu-lmu untuk kepentingan hidup manusia.

Seseorang pun tumbuh dan berkembang. Ia berinteraksi dengan banyak hal, baik yang bersifat materi maupun immateri. Dalam interaksi itu, seseorang mengalami berbagai macam kondisi : senang, sedih, takut, khawatir, bingung, kecewa, dan kondisi-kondisi kejiwaan lainnya. Hal itu kadang-kadang membuat seseorang merasa tidak bahagia bahkan frustasi.

Allah yang Maha Kuasa yang juga Maha Pemurah melalui Rasul-Nya, memberikan petunjuk kepada umat-Nya agar seseorang terhindar dari kesedihan, kekhawatiran, kekecewaan, kebingungan, dan hal-hal yang tidak menyamankan seseorang. Rasulullah mengajarkan umatnya suatu cara agar seseorang selalu dalam bimbingan Allah swt. Sehingga hatinya bahagia, yaitu salat istikharah.

Istikharah menurut kamus artinya meminta dipilihkan pada suatu hal. Dalam istilah fikih, istikharah artinya memohon diberikan terbaik menurut Allah swt. Melalui ibadah (istikharah) dan doa (istikharah) sebagaimana diajarkan Rasulullah saw.

Seberapa pentingnya salat istikharah bagi kebahagiaan seseorang

Pada dasarnya seseorang berkembang keinginannya. Ia selalu menginginkan sesuatu yang lebih :lebih baik, lebih banyak, lebih sempurna, lebih tinggi, lebih hebat, dsb. Hatinya naik turun ketika keinginannya belum atau tidak tercapai.

Karena itu, salat istikharah menjadi bernilai sangat penting bagi seseorang antara lain karena beberapa hal berikut.

  1. Setiap orang menginginkan kebahagiaan. Dengan salat istikharah, seseorang menggantungkan hidupnya kepada Allah dan bertawakal sepenuhnya kepada-Nya. Serta rela dan rida terhadap apa yang diturunkan oleh Allah terhadap dirinya.
  2. Salat istikharah dapat meningkatkan keimanan seseorang kepada Allah. Ia menyadari bahwa Allah pemilik segala sesuatu, tiada daya dan kekuatan manusia kecuali atas petunjuk dan pertolongan Allah. Keimanan yang kuat akan menjadikan seseorang tenang batinnya karena menyadari tidak ada satu pun kejadian kecuali atas kehendak Allah.
  3. Setan sering membuat tipu daya kepada manusia. Ia sering merusak dan menyesatkan keimanan dan ketawakalan seseorang. Apalagi jika seseorang sedang mendapatkan persoalan yang rumit, setan akan mudah untuk mengganggu seseorang. Pada saat seperti inilah salat istikharah akan sangat berguna untuk membuat benteng pertahanan seseorang dari segala tipu daya setan sehingga ketawakalannya semakin mantap dan tindakannya terarah dengan benar, terjauhkan diri dari keragu-raguan dan kebingungan.
  4. Salat istikharah menjauhkan seseorang dari sikap su’udzon/berprasangka buruk terhadap sesuatu dan tathayulr atau menghubungkan suatu kejadian dengan peristiwa-peristiwa atau hal-hal tertentu.
  5. Seseorang yang melakukan salat istikharah akan meningkatkan rasa tanggung jawabnya dengan cara menunjukkan maksimalnya upaya konkret sebagai usaha untuk mencapai yang terbaik, dengan senantiasa memahami, menganalisis, menanyakan kepada orang yang lebih paham, serta berusaha mendiskusikan dengan orang-orang yang ahli di bidangnya.
  6. Salat istiharah mengundang keberkahan Allah kepada seseorang yang melakukannya. Hal ini dikarenakan orang yang melakukannya salat istikharah rela atas ketentuan Allah sehingga Allah pun rela kepada mereka.
  7. Setiap orang memiliki kemampuan pada batas tertentu. Orang sering melakukan upaya konkret secara maksimal. Akan tetapi persoalan tetap masih muncul. Dengan beristikharah seseorang akan menyerahkan urusan seluruhnya kepada Allah. Allah akan menolongnya dengan memerlihatkan padanya kesalahan dan kekurangannya selama ini sesegera mungkin.
  8. Salat istikharah menghindarkan seseorang dari perasaan takut gagal karena seseorang telah menyerahkan ketentuan kepada Allah swt dan rela dengan apapun yang akan ditetapkannya.
  9. Salat itikharah mendorong seseorang untuk mau mengambil pendapat orang lain dalam memutuskan suatu masalah. Ia menghindarkan diri dari menetapkan sesuatu semaunya sendiri dan tidak beristikharah sebelumnya.

Salat istikharah membelajarkan kepada kita bahwa hasil yang diinginkan seseorang selalu terkait dengan usaha konkret yang dilaksanakan sebagai factor sebab tercapainya tujuan dengan keharusan melakukannya secara optimal. Dalam kondisi ini seseorang menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah dengan diiringi ilmu yang sempurna terkait dengan sesuatu yang dicita-citakan. Istikharah menjadi cara yang berdaya guna untuk meningkatkan latihan manajemen pengembangan diri yang menjadikan seseorang yang selalu melakukannya menjadi pribadi yang tawakal, berpikir positif, tenang dan menjauhkan diri dari perasaan takut gagal dan frustasi.

Allahu’alam bishowab

Ditulis oleh Ummi entin

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *