PEMUDA DAN PERUBAHAN

 

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO AKSI SIMPATIK SELAMATKAN KPK -- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-UGM melakukan aksi simpatik di Bundaran UGM, Sleman, Jumat (28/10). Momentum Hari Sumpah Pemuda digunakan para mahasiswa ini untuk menggelar aksi penyelamatan KPK untuk apat bangkit melawan korupsi dan mampu mewujudkan kesejahteraan Indonesia.

(TULISAN ARAB Q.S. AL KAHFI 13)

“Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya, sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (Q.S. Al Kahfi:13)

Kedudukan pemuda

Di setiap zaman, kebenaran berseling dengan kemungkaran. Kadang-kadang kebenaran memimpin. Akan tetapi, sering pula kemungkaran atau kezaliman mengalami kemenangan.

Dalam sejarah para nabi selalu terjadi penolakan terhadap ajaran tauhid/ketuhanan yang mereka bawa. Penolakan itu ada yang berbentuk ucapan maupun sikap, yang mengarah kepada penganiayaan fisik, seperti yang dialami Nabi Nuh, Musa, Ibrahim,Isa, Muhammad dan nabi-nabi lain. Musuh-musuh Islam itu selalu berupaya menjauhkan kebenaran dari para pengikutnya. Dan adalah para pemuda yang selalu menjadi tulang punggung berdiri tegaknya kebenaran Islam atas di bumi ini.

Mengapa pemuda? Pemuda merupakan fase kehidupan panjang seseorang yang pada fase tersebut seseorang mempunyai kekuatan yang produktif dan sumbangan yang terus- menerus mengingat kuat/kokoh badannya dan pikiran yang tengah berkembang dengan cepat.

Pengikut-pengikut yang setia menerima dan memberikan dukungan kepada para nabi pada umumnya, mereka adalah para pemuda. Nabi Musa, Isa, mereka menjadi lebih kuat dengan dorongan para pemuda pada masanya. Begitu pun pada masa Rasulullah, Abu Bakar yang berusia 38, Umar bin Khattab yang berusia 28 tahun, dan Ali bin Abi Thalib, yang masih berusia kurang dari 10 tahun, merupakan   contoh beberapa pemuda gagah perkasa yang menjadi salah satu benteng Nabi dalam menegakkan kebenaran Islam.

Bahkan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia juga tidak lepas dari peran penting pemuda pada saat-saat terakhir diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Peran Pemuda dalam Islam

Sebuah hadis yang dibawa oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Tujuh (golongan)yang Allah naungi di hari yang tidak ada naungan melainkan naungan dari-Nya : (yaitu golongan) imam/pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ketaatan kepada Rabb/Tuhannya), seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid-masjid, 2 orang yang saling mengasihi karena Allah, mereka bertemu dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diundang oleh seorang perempuan yang berkedudukan dan berwajah cantik, tetapi dia  berkata “Aku takut kepada Allah”, seseorang yang memberi sedekah, tetapi dia merahasiakan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga menetes air matanya (H.R. Muttafaq ‘alaihi), menunjukkan tingginya penghargaan Allah terhadap para pemuda (di dalamnya termasuk pemudi), ketika para pemuda tersebut tumbuh dan berkembang dengan ketaatan kepada Allah.

Penghargaan besar kepada Allah tersebut tidak terlepas dari peran para pemuda dalam menjaga dan menegakkan nilai-nilai Islam. Peran tersebut, antara lain sebagai berikut :

  1. Berdakwah di jalan Allah dan mengajarkan orang-orang kalimat tauhid dan nilai-nilai Islam, sebagai mana diperintahkan Allah dalam surat Ali Imran ayat 104

(tulisan arab QS Ali Imran:104)

Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung”.

  1. Berjihad dan mendermakan jiwa dan raganya di jalan Allah dengan kekuatan fisik dan pikirannya.
  2. Menjadi contoh kebaikan dan perubahan bagi orang-orang di sekitarnya.

Bekal  Para Pemuda Islam

Untuk melaksanakan perannya dalam  menegakkan Islam, para pemuda  perlu memiliki bekal-bekal yang cukup, yaitu

  1. mencari ilmu agama;
  2. menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan sekuat tenaganya;
  3. berkumpul di sekitar ulama yang terpercaya;
  4. bangga dengan agamanya dan tidak mengikuti gaya hidup dan tatanan orang-orang kafir, yang cenderung hedoisme dan materialisme;
  5. selalu bermuhasabah/instropeksi agar dapat melakukan kebaikan dengan hati yang jernih dan dalam petunjuk Allah swt.

Maka sudah sejauh mana kita sebagai pemuda memilki bekal dan melakukan peran kita dalam menjaga dan menegakkan Agama Islam.

Siapkah sebagai pemuda, mampu mengubah kondisi dari kezaliman ke arah kemuliaan Islam?

Allahu ‘alam bi showab.

Oleh :

Ummi Entin

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *