Spiderman, Sang Hero Dalam Badai

Eko JunOleh Eko Jun

Di antara karakter superhero populer yang digandrungi anak muda zaman sekarang adalah sosok Spiderman. Sosok yang lincah, energik dan gesit, membasmi kejahatan dengan jaring laba – labanya. Umumnya, kita masih terbayang dengan trilogi spiderman yang diperankan oleh Tobey Maguire, ketimbang yang diperankan oleh Andrew Garfield dan Tom Holland. Ada beberapa hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik dari sosok Spiderman, diantaranya :

Pertama, Kutu Buku yang Penuh Aksi
Lihatlah film spiderman versi mana saja, kita akan mendapatkan gambaran orang yang pandai, berilmu dan bahkan cenderung kutu buku. Spiderman itu termasuk sosok superhero yang otaknya encer, meski lidahnya menjadi kelu jika berbicara masalah cinta. Sosok superhero lain yang berotak cerdas adalah Iron Man dan Hulk. Lainnya lebih banyak menyuguhkan aksi dan otot.

Disini menariknya. Yakni meski termasuk kutu buku, ternyata spiderman juga sibuk dengan aksi dan kiprah nyata dilapangan. Padahal biasanya, seorang kutu buku cenderung idealis, suka menyendiri dan lebih senang jadi komentator. Alhasil, yang terjadi adalah kesibukan dan pekerjaan yang dipandu oleh ilmu yang mumpuni. Atau istilahnya pak kyai “Al ilmu qabla qaul wal ‘amal“.

Kedua, Kontributif ditengah Pusaran Badai
Spiderman itu tidak sama dengan Iron Man atau Batman. Peter Parker adalah orang yang belum mapan, baik secara pendapatan maupun kehidupan cintanya. Jangan samakan dengan Tony Stark atau Bruce Wayne yang berstatus sebagai miliarder. Wajar jika mereka bisa fokus melakukan aksi – aksi hebat, karena tidak lagi dibenani dengan masalah ekonomi dan keluarga.

Disini menariknya. Umumnya kita beranggapan bahwa mereka yang bisa banyak berkontribusi adalah pihak yang sudah mapan dan tanpa beban. Sosok spiderman memberi kita inspirasi untuk terus berkiprah dan berprestasi meski dikejar – kejar debt collector, terus idealis meski banyak kesulitan membelit dll. Pak Kyai sering memberikan wejangan “Khairun naas, anfa’uhum lin naas“.

Ketiga, Santun, Bijak dan Rendah Hati
Superhero itu umumnya memiliki ego yang tinggi. Tersulut sedikit, emosinya langsung naik. Tapi, tidak demikian dengan sosok spiderman. Dia membuah jauh – jauh keangkuhan dan kesombongan dari hatinya. Alhasil dia bisa menghargai siapa saja, kendati ilmunya jauh diatas mereka. Dia juga tidak mudah marah meski banyak disakiti. Dan saat musuhnya tersadar akan kesalahannya, dia akan segera datang sebagai teman di sisinya.

Disini menariknya. Orang yang memiliki sejuta pesona dan kemampuan, umumnya jadi sombong dan tinggi hati. Terlebih jika dia yakin benar dengan pendapatnya dan posisinya berdiri. Tapi apa artinya semua itu, jika tidak ada orang nyaman berada disekitar kita? Bahkan jika ilmu kita setinggi langit, jangan biarkan lidah kita menjadi pedang yang terus terhunus. Perbanyaklah senyum dan diam. Karena senyum bisa menyelesaikan banyak masalah dan diam bisa menghindarkan kita dari banyak masalah. Rendah hatilah kepada lawan bicara. Kata pak kyai disebuah pengajian “Man tawaadha’a li akhiihil muslim, rafa’ahullah”.

Spiderman adalah sosok yang layak kita teladani. Ayo kita menjadi spiderman, yang terus – menerus menebar jaring – jaring kebajikan ditengah umat.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *