56 Konselor RKI Ikuti Pembekalan Tingkat Lanjut

foto rilis rki1

Bidang Perempuan dan Ketahanan keluarga DPP PKS Kota Surakarta menyelenggarakan acara pembekalan Konselor Rumah keluarga Indonesia Tingkat Provinsi Jawa Tengah pada hari Ahad, 16 April 2017 di ball room Hotel Red Chilies, yang terletak di Jl. Ahmad Tani, Manahan, Surakarta. Acara diikuti oleh 56 orang peserta. Peserta tidak hanya dari Kota Surakarta saja, tetapi juga berasal dari beberapa kabupaten di Jawa Tengah, seperti Kabupaten Wonogiri, Wonsobo, Banyumas, dan Kabupaten Cilacap.
Acara yang dihadiri oleh Ketua BPKK PKS Kota Surakarta, Ibu orinako, S.P, M.Pd dan Ketua DPD PKS Kota Surakarta, Bapak Abdul Ghofar Ismail. Pada kesempatan tersebut, ketua DPD PKS menyampaikan harapannya agar Rumah Keluarga Indonesia menjadi salah satu sarana yang bisa mengambil peran aktif dalam dakwah.
Pembekalan konselor kali ini menghadirkan tiga pembicara yang mumpuni di bidang konseling keluarga yaitu Ust. Cahyadi Takariawan, S.Si, Apt. dan istri beliau Ustadzah Ida Nur Laila, S.SI, Apt.. Pemateri lainnya adalah ibu dr. Warih Andan Puspitosari, SP.Kj, seorang psikiater yang juga menekuni dunia konseling keluarga. Ada tiga materi yang dismpaikan yaitu Spiritual Therapy, Family Therapy, dan Praktik Konseling.
Salah satu materi yang disampaikan adalah soal Lima Tahapan pernikahan. Kehidupan keluarga sebagaimana kehidupan manusia, memiliki tahap-tahap perkembangan. Dawn J. Liphthrott, LCSW, serorang psikoterapis dan Marriage and relationship eduvcator and coach, menyatakan ada lima tahapan dalam perkembangan pernikahan, yaitu romantic love, dissapointment or distress, knowledge and awarness, transformation, and real love. Dawn mengamati kehidupan pernikahan berkembang dalam tahapan yang diprediksi sebelumnya. Namun, perubahan dari satu tahap ke tahap berikutnya tidak memiliki batas waktu yang pasti. Antara pasangan suami istri (pasutri) yang satu bisa berbeda dengan pasangan yang lain dalam menyikapi tahap kehidupan mereka dan berapa lama waktu melalui tahapannya.
Menurut materi yang dismapaikan Ust. cahyadi Takariawan, ada beberapa keterampilan yang harus dimiliki para konselor, yaitu: keterampilan komunikasi nonverbal, keterampilan mendengarkan (aktif, responsif), keterampilan menganalisis, dna keterampilan memotivasi.

foto rilis rki2
Beberapa urgensi konselor keluarga:
1) jembatan kebaikan bagi klien dan keluarganya, untuk mengurai masalah mereka dan membantu menemukan jalan keluar
2) konselor dapat memberdayakan klien untuk ‘menolong’ dirinya sendiri dengan proses konseling yang tertata
3) para konselor memiliki peran memberi motivasi ideologis dan spiritual dalam diri klien selama menjalani proses konseling.
Untuk itu perlu adanya :
1) pembekalan terus-menerus terkait skill dalam dunia konselor.
2) sinergitas antarsemua wajihah, lembaga, masyarakat untuk mengatasi penyimpangan-penyimpangan dalam masyarakat
3) menambah wawasan keislaman terkait dengan hukum-hukum muamalah, fikih, dan hukum masalah keluarga agar dapat memberikan penguatan ideologis pada klien
Acara yang berlangsung dari pagi hingga Ashar ini terbilang suskses dan mendapat feedback positif dari peserta. Peserta berharap kegiatan pembekalan untuk para konselor seperti ini bisa dilaksanakan kembali di lain waktu.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *