Caleg Bawa Program, Nggak Perlu ‘uang garam’ dan Gak Takut Karam!

By : Vida Robi’ah Al-Adawiyah

Robiah Vida2Perjalanan kampanye ke beberapa PKK kampung, kelompok dan komunitas masyarakat pasti harus saya jalani selama 3 kali mengemban amanah sebagai caleg PKS. Setiap komunitas, kumpulan, PKK pasti beda reaksinya.

Ditengah kampanye para caleg, saya mengamati beberapa kondisi yang berbeda beda. Baik perilaku caleg maupun pemilih. Ada caleg yang tanpa malu menyebut diri dan umbar janji janji. Ada yang tak datang lagi setelah jadi, atau ada yang tak lagi mau ‘memberi’ karena tersandera hutang pemilu lalu, sungguh pilu bukan?

Saya pernah di kabari seorang penggerak, “Mbak vida, di PKK nanti biasanya ngasi kas, caleg yang sudah datang sih kemarin ngasih 500ribu lho, mbak. ” Dia cemas.

“Owh begitu? Hm… saya cuma bawa souvenir dan saya bebas saja bu, cuma kenalan. Maaf saya gak mau kasih kas sejumlah caleg tersebut itu, bu. Saya hanya akan memberi apa yang saya mampu, dan punya. Toh kalopun saya ada uang satu juta pun, lebih baik saya berikan untuk program, bukan ninggali ”

“Ooo iya ya bu vida bener juga. Gak usah ngasih apa2. Mending buat ngopeni yang sudah cetho kita bina, bisa untuk kegiatan ini itu,” ibu yang lain mulai paham ‘idealisme’ saya

Saya caleg pelit?

Mungkin. Tadinya saya dianggap begitu. Tapi pemilu kali ini saya -entah cuma perasaan atau beneran- ada nuansa berbeda di tengah masyarakat dan saya deteksi itu sebagai kesadaran politik yang menuju cerdas.Saya tidak mau dipilih karena uang, tapi dipilih karena sayaaang 😉😉😉😍😍😍 #eeea

Mungkin belum banyak, tapi minimal kaum perempuan dan emak yang saya kunjungi tidak se pragmatis para bapak lho! Maaf ya…bapak bapak..

Caleg Bawa Program, Tanpa Uang Garam

Robiah Vida

Tidak ninggali uang, hadiah hadiah doorprize yang mahal itu kan sebenarnya aturan, jadi mengapa kita cemas karena ‘ga ngasih apa-apa?’

Justru saya sadarkan masyarakat tentang aturan itu. Bahwa gak boleh ngasih uang, hadiah melebihi sekian. Bahwa dengan memberi uang, justru saya kurang menghargai suara mereka. Ganti dengan sesuatu yang lebih ‘panjang’ efeknya, manfaatnya dan mereka nikmati setelah pemilu pun.

Saya sering mengajak dialog para konstituen, saya isi tentang parenting, edukasi LGBT, bahaya gadget, edukasi pencoblosan surat suara dsb. Saya kenalkan aktivitas saya selama ini, dan tawaran program untuk Posyandu mereka, PKK mereka, membuat sekolah istri dan emak,atau saya tawarkan pelatihan-pelatihan membuat kue dan saya usahakan bahannya.

Hampir semua perempuan yang saya datangi bersemangat, tulus, ndak minta apapun. Kalaupun saya bawa suvenir sederhana mereka anggap itu seru seruan

“Ibu… mbah, saya mohon doa njih. Meniko hanya bawa dompet gak ada isinya (geerrr), nanti diisi sendiri sendiri njih… pilih saya kasih isinya trus saya tinggal, nopo kula tinggali program mangke dalem openi terus bibar pemilu?”

Sungguh, masyarakat yang telah paham ‘isi’ dan kualitas tiap caleg ternyta lebih memilih diopeni. Maka, jika anda seorang caleg, pastikan anda BERISI dan punya program BERGIZI, insyaAllah Anda dipilih….tnpa mahar dan uang garam

Caleg Bawa Program : Nggak Takut Karam

Saya sering sampaikan ke konstituen. Ada dua tipe caleg. Pertama calon legowo, yang kedua calon dheleg2. Calon legowo kalo jadi nggak lali (lupa) kalo gak jadi tetap melayani. Calon dheleg dheleg, kalo jadi lupa diri, kalo gak jadi gak muncul lagi dan ditambah banyak utangnya karena memaksakan diri xixi

Caleg yang bawa program, insyaAllah akan terus berkhidmat. Dia akan mendampingi konstituennya dengan program- programnya yang kreatif, edukatif dan berkelanjutan. Kalaupun tidak jadi anggota legeslatif, ia bisa bersinergi dengan aleg yang ‘jadi’ untuk mensupport program konstituennya. Inilah yang kelak akan menjadi investasi basis massa.

Gak jamannya caleg dan wakil rakyat dipilih tanpa kemampuan dan tanpa spirit melayani, apalagi harus diporotin wkk.

Jika kita konsisten dengan program, kreatif, mampu melihat peluang dalam masyarakat yang harus kita advokasi, kita bantu,dan kita upayakan anggarannya, kita akan bisa melawan pragmatisme politik yang merunyak, kita bisa menawarkan hal hal berbeda dari caleg caleg pragmatis.

Bagi saya, pemilu bukan sebuah persaingan suara, tapi ketahanan dan ketangguhan menyadarkan dan mendampingi masyarakat.Biarkan mereka memilih karena kita ada bersama mereka kemarin, hari ini dan seterusnya saat pemilu berlalu.

Ya… untuk menjaga idealisme terhadap amanah mulailah dengan hal- hal sederhana , jujur dan apa adanya. Pemilu ini hanya moment lima taunan.¬†Eman eman jika harus curang curangan.

Karena melayani dan mendidik masyarakat butuh masa dan nafas yang panjang. Inilah hakikat perjuangan.

Tak perlu uang garam, karena lautan yang telah bersahabat denganmu, takkan membuatmu karam dan tenggelam paska pemilu
Ayo Lebih Baik!

#tenangBerjuangMenang
#calegperempuanPKSSolo
#dapil1PasarKliwonSerengan eh…PKS

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *